Kamis, 08 November 2012

dampak atau pengaruh- pengaruh pengeluaran keuangan negara



BAB I
PENDAHULUAN

Pada saat ini pertama pemerintah dalam kehidupan masyarakat sangatlah besar. Pengaturan-pengaturan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan publik yang tercermin dalam pos-pos pengeluaran Negara mempunyai dampak luas setiap bidang kehidupan masyarakat. Kebijakan pemerintah mempengaruhi jalannya kegiatan ekonomi, melalui kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan pengaturan-pengaturan lainnya semuanya berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Mulai dari dampak stabilitas, distribusi, pertumbuhan, dampak sosial, dan politik yang semuanya saling berkait.
Sistem perekonomian sekarang lebih merupakan sistem perekonomian campuran di mana kekuatan sektor publik dan sektor swasta berinteraksi dalam suatu bentuk yang integral. Modul ini membahas interaksi sektor publik (lewat kebijakan pengeluaran publik) tidak hanya masalah keuangannya saja, tetapi juga seluruh kegiatan yang brhubungan dengan tingakat dan alokasi penggunaan sumber daya, serta distribusi pendapatan. Di dalam dan akhirnya memberikan kontribusi yang positif terhadap stabilitas nasional dan akhirnya memberikan kontribusi yang positif terhadap kehidupan sosial dan politik masyarakat. Meskipusipun pokok permasalahan kita bisa disebut dengan keuangan publik, namun keuangan publik tersebut juga berhubungan dengan aspek umum (operasional) maupun aspek pengeluaran publik dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Pembahasan modul ini merupakan kelanjutan dari pembahsan modul sebelumnya tentang pengeluaran Negara. Pengeluaran Negara yang terus meningkat seiring tuntutan masyarakat dan dibatasi dengan asas-asas pengeluaran Negara. Pengeluaran Negara merupakan perwujudan kebijakan pemerintah dalam ukuran waktu tertentu. Oleh sebab itu, lewat kebijakan pengeluaran Negara, diharapkan dampak-dampak yang sudah diprediksikan secara terencana sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan pemerintah. Dampak pengeluaran pemerintah sangat potensial berpengaruh terhadap optimalisasi sumber-sumber penerimaan Negara baik oleh pusat atau Pemerintah Daerah Otonom yang akan dibahas dalam modul ini.
Sektor pemerintah merupakan suatu bagian dari kehidupan ekonomi yang saling terkait dengan sektor kehidupan ekonomi lainnya. Perbedaan utama antara sektor pemerintah dengan sektor Ekonomi swasta, yaitu sektor pemerintah ditentukan oleh administrator atau penguasanya dan digunakan untuk menumbuhkan perubahan-perubahan tertentu di dalam kehidupan ekonomi, sedang sektor ekonomi swasta dittentukan oleh mekanisme pasar.
1.      Pengeluaran Negara dan Stabilitas Ekonomi
2.      Pengeluaran Negara dan Produksi
3.      Pengeluaran Negara dan Pertumbuhan Ekonomi
4.      Pengeluaran Negara dan Distribusi
Pemahaman tentang materi pentingnya sector publik dalam kehidupan masyarakat mutlak harus diakui sebagai landasan pemahaman terhadap materi pengaruhi pengeluaran Negara dalam berbagai dimensi. Setelah memahami dampak-dampak pengeluaran Negara untuk selanjutnya menjadi dasar pemahaman dalam menganalisis optimalisasi sumber-sumber keuangan Negara/daerah.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pentingnya Sektor Publik
            Intervensi pemrintah dalam kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan. Meskipun demikian, sejalan dengan bergulirnya desentralisasi yang mengedepankan prinsip otonomi daerah peranan sektor swasta menjadi semakin dominan, tetapi sebagian besar dari perekonomian masyarakat suatu Negara harus tunduk kepada beberapa bentuk pengarahan pemerintah dapat mencerminkan adanya ideologi politik dan sosial dan desentralisasi pengambilan keputusan. Kenyataan mekanisme pasar tidak dapat melaksanakan semua fungsi ekonomi. Kebijakan pemerintah dibutuhkan untuk membimbing, member koreksi dan melengkapi hal-hal tertentu dalam kehidupan masyarakat, bahkan pemerintah diharapkan menjadi pelopor, dinamisator, innovator, stabilisator, serta mediator dalam segala urusan kehidupan masyarakat. Kenyataan ini penting untuk disadari karena hal ini tidak secara langsung menyatakan bahwa ukuran yang tepat dari sektor publik, untuk tingkat yang signifikan, lebih merupakan masalah teknis disbanding masalah ideologi. Alasan-alasan intervensi pemerintah untuk perekonomian adalah berikut ini.
1        kenyataan bahwa mekanisme pasar mengarah kepada penggunaan sumber-sumber secara efisien (yaitu memproduksi apa yang paling diinginkan masyarakat dengan cara yang semurah-murahnya) didasarkan pada keadaan pasar faktor produksi dan barang konsumsi yang bersaing.
2        Peraturan Pemerintah dan tindakan lainnya juga dibutuhkan apabila adanya penurunan biaya dan persaingan menjadi tidak efisien.
3        Secara umum, pengaturan dan pertukaran berdasarkan perjanjian, seperti yang dibutuhkan dalam operasi pasar tidak dapat terjadi tanpa adanya proteksi dan pelaksanaan dari suatu struktur resmi yang diadakan oleh pemerintah.
4        Walaupun struktur resmi telah disediakan dan semua hambatan untuk persaingan telah dihilangkan, ciri khas produksi ataupun konsumsi dari barang-barang tertentu adalah sedemikian rupa sehingga seakan-akan barang-barang tersebut tidak dapat disediakan melalui pasar.
5        Nilai-nilai sosial menghendaki adanya penyesuaian dalam distribusi pendapatan dan kesejahteraan yang dihasilkan dari sistem pasar dan dari penyebaran hak pemilikan melalui warisan.
6        Sistem pasar, terutama didalam perokonomian yang telah sangat berkembang, tidak harga, dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang diinginkan untuk menjamin tujuan ini.
Tujuan kebijakan yang berbeda-beda dapat ditemukan, antara lain:
1        Penyediaan barang sebagai barang social atau pembagian keseluruhan sumber daya untuk digunakan sebagai barang pribadi dan barang social dan bagaimana komposisi barang social ditentukan.
2        Penyesuain terhadap distribusi pendapatan dan kekayaan untuk menjamin terpenuhinya distribusi yang mereta dan adil
3        Penggunaan kebijakan anggaran sebagai suatu alat untuk mempertahankan tingkat kesempatan kerja yang tinggi
Meskipun tujuan kebijakan ini berbeda-beda, namun beberapa tujuan bisa dipengaruhi secara serentak oleh pengeluaran pemerintah. Oleh karena itu, masalahnya bagaimana merancang kebijakan anggaran sehingga tujuan yang berbeda-beda tersebut dicapai secara terpadu.
Ilmu ekonomi membantu kita untuk menentukan apa yang membentuk suatu penggunaan sumber daya yang efesien berdasarkan pola distribusi serta permintaan tertentu. Namun, kita harus mempertimbangkan apa yang merupakan suatu keadaan merata atau adil dari distribusi itu. Analisa ekonomi modern telah menghindari masalah ini. Inti dari ilmu ekonomi kesejahteraan modern telah mendifinisikan efesiensi ekonomi tanpa mengikutsertakan pertimbangan distribusi (yaitu meningkaatkan kesejahteraan).
B.  Perlunya Kebijakan Stabilitas
Pencapaian atas target-target ini tidak diperoleh secara otomatis, tetapi membutuhkan bimbingan melalui kebijakan pemerintah. Tanpa itu perekonomian cenderung mengalami banyak fluktuasi dan mengalami masa pengangguran dan inflasi yang trus-menerus. Tingkat kesempatan kerja secara menyeluruh dan tingkat harga di dalam perekonomian tergantung pada tingkat permintaan agrerat dan mempunyai hubungan dengan nilai output potensial atau kapasitas berdasarkan harga yang berlaku. Tingkat permintaan merupakan fungsi dari keputusan mengenai pengeluaran oleh berjuta-juta konsumen, pemimpin perusahaan, penanaman modal keuangan, dan para pengusaha kecil. keputusan ini pada gilirannya tergantung pula pada banyak faktor, seperti pendapat dimasa lalu dan sekarang, posisi kesejahteraan, penyedian kredit, dan pengarapan-pengharapan. Pada setiap periode, dapat terjadi bahwa tingkat pengeluaran tidak memadai untuk menjamin adanya kesempatan kerja penuh dari tenaga kerja sumber daya lainnya. Berbagai alasan, termasuk adanya kenyataan bahwa upah dan harga cenderung tidak mungkin diturunkan, tidak ada mekanisme yang dapat dipersiapkan agar kesempatan kerja itu dapat kembali ke tingkat semula secara otomatis.

C.  Instrumen Moneter
Walaupun mekanisme pasar berfungsi dengan baik dan dapat tindakan untuk menentukan alokasi sumber daya diantara barang pribadi, para ahli ekonomi setuju bahwa hal tersebut tidak dengan sendirinya mengatur jumlah uang beredar secara tepat. Sistem perbankan jika dibiarkan berbuat sesukanya, tidak hanya akan mengahsilkan jumlah uang beredar yang tidak sesuai dengan stabilitas ekonomi, tetapi sebagai reaksi terhadap permintaan kredit di pasar, akan menonjolkan kecenderungan yang kuat terhadap timbulnya fluktuasi. Oleh karena itu, jumlah uang yang beredar harus diawasi oleh sistem bank sentral dan disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi, baik dalam hal stabilitas jangka pendek maupun pertumbuhan jangka panjang. Kebijakan moneter, termasuk pemikiran mengenai cadangan wajib, kebijakan pasar terbuka, dan pengendalian kredit selektif, merupakan kompenen yang sangat diperlukan bagi kebijakan stabilitas.

D.    Instrumen Fiskal
Kebijakan fiskal juga berpengaruh langsung terhadap tingkat permintaan. Peningkatan pengeluaran (anggaran belanja) pemerintah akan meningkatnya permintaan, pertama-tama pada sektor pemerintah, kemudian menjalar ke sektor swasta.  Sejalan dengan itu, pengurangan pungutan pajak bisa juga bersifat expansionary karena para wajib pajak akan mempunyai pendapatan disposible yang lebih besar sehingga diharapkan akan membelanjakan jumlah pendapatan yang lebih besar.

E.     Pengeluaran Negara yang Semakin Meningkat
Pendapat mengenai perlu serta penuhnya pengeluaran negara berkembang beraneka, sesuai dengan perubahan dan perkembangan waktu. Pendekatan yang terdahulu erat hubungannya dengan filsafat laisez faire, yaitu dasar pandangan yang menyatakan bahwa pemerintah yang terbaik adalah pemerintah yang mempunyai peranan penentu (campur tangan) paling sedikit.
Pendapat mengenai perlunya dan pengaruh-pengaruh pengeluaran negara berkembang beraneka ragam sesuai dengan perkembangan waktu dan filsafat yang dianut oleh suatu negara. Sektor pemerintah merupakan suatu bagian dari kehidupan ekonomi yang saling terkait dengan sektor kehidupan ekonomi lainnya. Bedanya sektor pemerintahan ditentukan oleh administrator atau pengusahanya dan digunakan untuk menumbuhkan perubahan-perubahan tertentu di dalam kehidupan ekonomi, sedangkan sektor ekonomi swasta ditentukan oleh mekanisme pasar.
F.     Pengeluaran Negara dan Stabilitas Ekonomi
Sistem perekonomian yang bebas cenderung memenculkan dari dalam dirinya keburukan-keburukan tersebut, misalnya dalam peranannya mengubah income, lapangan kerja, dan harga. Dengan perkembangan sistem kapitalisme maka ekonomi persaingan bebas mencapai siklus yang makin lama makin kuat. Oleh karena itu, terasa perlu mempergunakan alat untuk melawan siklus dari perekonomian. Apabila stabilitas telah tercapai maka hal yang perlu dilakukan adalah mempertahankan jumlah pengeluaran negara agar jumlah pengeluaran negara itu sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dan tanpa menimbulkan kelambatan waktu yang tidak semestinya. Apabila situasi perekonomian semakin baik maka yang perlu dilakukan adalah mengekang tambahan permintaan dengan cara menurunkan jumlah pengeluaran negara sambil menjaga sektor perpajakan dan/atau pinjaman dalam keadaan tetap.
Faktor yang menyebabkan kompleksnya masalah penggunaan pengeluaran negara sebagai alat antisiklus ialah secara umum ekonomi suaatu negara berkembang sesuai permintaan yang tidak seimbang (neraca perekonomiannya tidak seimbang) bagi pemeliharaan impor yang penting, sementara permintaan terhadap ekspornya amat lemah.

G.    Pengeluaran Negara dan Produksi
Pengeluaran Negara dapat membantu kehidupan ekonomi dengan berbagai cara, yaitu dalam mencapai tingkat produksi serta pertumbuhannya yang lebih tinggi. Berbagai cara di mana pengaruh-pengaruh itu ditimbulkan jelas saling mengait. Di dalam proses mempercepat akumulasi kapital para administrator harus melakukan tindakan pencegahan sedikit saja agar dapat memaksimalkan mamfaat-memfaat peneluaran negara dan menghindari pengaruh-pengaruh insidental yang mungkin merugikan.
a.       Proyek yang berbeda-beda ini biasanya memiliki masa persiapan yang panjang karena hal itu akan memerlukan waktu yang lama sebelum proyek-proyek ini dapat mulai menghasilkan output.
b.      Apabila perencanaan dalam pelaksanaan gagal maka ada suatu jumlah terbuang. Dalam pengeluaran negara hal ini harus dihindari.
c.       Karena sumber daya itu terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan, harus diprhatikan memilih proyek yang paling sesuai, paling mendesak dan paling besar mamfaatnya.
d.      Harus diambil keputusan yang teliti mengenai besarnya pengeluaran negara bagi masing-masing proyek serta terhadpa ragam ukuran yang dikehendaki untuk mendorong investasi swasta.

H.    Pengeluaran Negara dan Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor di atas dapat mendorong untuk mengerti tentang peranan pengeluaran negara dalam pertumbuhan ekonomi, stimulasi (dorongan) kegiatan investasi dan sebagainya, pengeluaran negara menjaga angka pertambahan yang lancar jalannya. Keadaan di negara berkembang pengeluaran negara memiliki peranan yang aktif dalam menurunkan disparitis regional, mengembangkan sosial overhead,  menciptakan infrastruktur dari pada pertumbuhan ekonomi dalam bentuk fasilitas transfortasi dan komunikasi, pendidikan dan latihan, pertumbuhan industri-industri barang dan modal, pertumbuhan dan pengembangan industri dasar, penelitian dan pengembangan , dan sebagainya.
Salah satu cara di mana pengeluaran negaara berpengaruh terhadap tingkat-tingkat pertumbuhan ekonomi ialah kemauan serta kemampuan kerja, kemauan dan kemampuan menghemat, serta investasi dari rakyat. Dalam hubungan ini, pengaruh yang jelas akan sangat tergantung pada bentuk serta jumlah pengeluaran negara yang tepat sebagaimana terlihat di dalam ruang lingkupnya.
I.       Pengeluaran Negara dan Distribusi
Suatu aspek yang penting dari mekanisme pasar adalah adanya ketidaksamaan income dan kesejahteraan yang muncul di dalamnya dan melalui lembaga-lembaga swasta, jadi besar dari waktu ke waktu. Namun demikian, selama pelaksanaan program pertumbuhan income dan pemerataan kemakmuran sedang berjalan, aspek-aspek interaksi antara keadilan cara pembagiannya dengan dimensi kehidupan ekonomi yang lain, harus diperhatikan. Sesungguhnya banyak pendapatan diredistribusikan, da sana keinginan untuk menurunkan tingkat ketidaksamarataan bukannya tidak terbukti. Hal itu hanya akan menunjuk perlunya pelaksanaan secara perlahan menuju maksud tersebut agar kaum miskin itu juga diharapkan memperoleh standar hidup yang lebih tinggi.


Semoga bermanfaat,,. dengan adanya membaca dampak atau pengaruh-pengaruh pengeluaran negara bisa untuk menambah refrensi atau menambah wawasan kita,,.

0 komentar:

Poskan Komentar